Hongkong Rinduku TKW

Hidup dinegara modern yang penuh gemerlap.Malam bagai siang seperti tiada gelapnya malam.Betapa seramnya ketika Hudan badai datang. Sempat terbayang dalam hati ingin pulang kenegeri sendiri. Hari -hariku lalui hidup tanpa keluarga. Duka dan suka mengalir begitu saja entah sudah berapa lama.Siang dan malam menahan rasa untuk bersama kalian .Andai waktu bisa terulang mungkin berat meninggalkan tempat kelahiran.Hongkong menjadi tujuan masa depan ku .Mengubah garis hidup yang suram. Hidup dalam keluarga pas pasan dengan mancapencaharian buruh petani itu lah latar belakang hidupku. Dengan berat harus menapakan kaki di negeri beton(Hongkong). Awal menginjakan kaki di negeri ini sangat lah kaget dengan kebiasaan negara modern ini. Apalagi hidup sebagai babu yang pangkatnya sangatlah hina...Harus bagaimana lagi,tak ada jalan lain yang lebih mudah kutempuh dengan pendidikan rendah dan nol pengalaman.Jika hidupku orang kaya tidak lah mungkin mau menempuh jalan hidup ini. Masuk dikeluarga baru dengan bayi kecil yang mungil apalagi kembar.... Twins yang sangat amat lucu. Dia adalah boy and girl pertama yang saya asuh.Dengan majikan ethis Hongkong Chinese yang baik.Senang dan duka saya tempuh selama 2 tahun bersamanya . Bersama nya kadang mumbuat aku jenuh dengan traveling ke China setiap bulannya. Mungkin yang mereka anggap happy dengan traveling itu malah membuat saya jenuh dan bosan hingga saya enggan untuk melanjutkan kerja lagi dengan mereka.Yang sebenarnya juga melanggar dalam aturan kerja dengan membawa domestic helper out from Hongkong.Tapi Nyatanya banyak majikan yang tak menghiraukan dengan aturan pemerintah tersebut.Yang sebagaimana tidak hangus asuransinya jika terjadi sesuatu diluar dugaan.Tapi bagai mana lagi hidup sebagai pekerja yang harus nurut dengan apa kata majikan nya. Dua tahun berlalu hingga saya tidak memikirkan untuk kembali bertemu keluarga. Harapan utama kembali jika tujuan saya telah selesai... Continue*



   Hidupku tak seindah mereka,dari kecil harus bertahap kerass tetaplah berdiri tanpa ibu,Ingin seperti yang lain mendapatkan kasih sayang penuh dari keluarga orang tuanya.Tapi apa days ibu meningalnya ku sejuk aku masih kecil.Hidup dengan ayah Dan kakak sedih senang kita rasa bersama,ingin menangis pun tak MAMPU.Takut juga jika ayah melihatnya.Demi kita ayah rela jauh dari kami mencari nafkah,sangat lah tragis tak Kuasa ku menetes kan air mata .ayah Maaf kan aku yang tak bisa slalu disampingmu saat kau sudah Tua.bahagia jika mengingat Senyumnya walupun lelah ........next_time